Perkembangan teknologi Internet dan telekomunikasi sangat pesat sehingga jaringan komputer seperti Internet menjadi suatu media komunikasi yang mudah. Bahkan, Internet mulai digunakan sebagai media untuk melakukan bisnis, mencari berbagai informasi, sumber informasi yang aktual dan cepat. Untuk itu keamanan dari sistem informasi, jaringan komputer, dan sistem komputer menjadi suatu hal yang sangat penting. Internet tidak mengenal batas negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor-faktor lain yang biasanya dapat menghambat pertukaran pikiran dan juga dengan internet kita dapat berkerjasama antara pribadi maupun kelompok tanpa mengenal batasjarak dan waktu. Pengaruh Dalam kehidupan sosial Kebiasaan manusia yang gemar ber-relationship, dengan hadirnya internet masyarakat dapat menggunakan fasilitas chatting, e-mail, milis,maupun layanan komunikasi sejenisnya, dan di akui membawa manfaat dari sisi efektivitas waktu dan efisiensi biaya. Untuk berkomunikasi secara personal maupun masal. Dampak negatif Internet seperti dua sisi mata uang, setiap hal baru tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan.
Di beberapa social networking lainnya, seperti twitter dan plurk sempat dilaporkan kejadian yang sama pernah terjadi. Username dan password tiba-tiba tidak cocok dikarenakan sesuatu hal, atau dapat kita ambil benang merah, password mereka ada yang mengganti.
Apakah ada suatu teknik cracking untuk membobol akun facebook antar individu? Jawabannya ada beberapa. Lalu pertanyaan selanjutnya adalah, apakah ada teknik untuk melumpuhkan akun facebook atau social networking lainnya?
Teknik yang terungkap untuk menyerang akun facebook beberapa waktu lalu adalah dengan membanjiri data pada server facebook dengan teknik DDOS atau biasa dikenal dengan Distributed Denial of Service sehingga server lumpuh selama beberapa jam seperti yang terjadi pada facebook dan twitter tahun 2009 oleh cracker dari Rusia. Kemungkinan seperti ini perlu kita waspadai.
Keylogger
Cara pertama menggunakan keylogger adalah cara yang sangat efektif bagi para cracker untuk mencuri password dari akun facebook anda. Dengan menginstall software dan atau hardware keylogger pada notebook maupun PC sasaran, maka otomatis segala bentuk ketukan pada keyboard maupun aktivitas browsing anda akan terekam dengan detail dan sistematis.
Sehingga jika anda mengetikan password dan username pada notebook atau PC yang telah dipasangi keylogger, anda dengan penuh kerelaan hati telah menyerahkan data pribadi sensitif tersebut pada orang yang memasangnya, karena keylogger ibarat kertas karbon yang akan membuat salinan tentang sesuatu yang ditulis diatasnya.
Keylogger biasanya dipasang oleh cracker pada terminal akses internet publik yang berbagi pakai seperti di warnet dan kampus. Maka berhati-hatilah ketika menggunakan akses seperti ini.
1. Jangan langsung menggunakan terminal melainkan lakukan restart.
2. Coba cek apakah ada aplikasi tersembunyi yang berjalan di memori background, anda bisa gunakan tools event task manager (tekan tombol ctrl + alt + del pada desktop windows anda) dan perhatikan apakah ada aplikasi atau proses yang tidak biasa? Memang anda perlu sedikit belajar dan membiasakan hal ini demi keamanan anda sendiri.
3. Cek setting keamanan pada browser yang anda gunakan apakah secara otomatis merekam username dan password? Sebaiknya matikan fitur ini dan apabila ada fitur anti phising site bisa diaktifkan.
4. Bersihkan/hapus cache dan history secara otomatis setiap kali menutup browser. Ini bisa anda lakukan pada setting browser.
5. Pastikan bahwa setiap selesai melakukan kegiatan anda selalu log out dengan sempurna.
Sniffing
Teknik kedua adalah dengan menggunakan tools yang biasa digunakan sniffing seperti Cain and Abel pada area yang terkoneksi WiFi jadi tools tersebut memang “mencari aktifitas” pada laptop-laptop yang terkoneksi. Maka anda harus berhati-hati juga apabila sedang mobile dan mengakses HotSpot.
Pada prinsipnya akses wireless sangat mudah untuk diintip. Jangan begitu saja mempercayai SSID “Free WiFi atau Free HotSpot” saat anda scanning wireless network. Yang paling aman adalah bertanya pada pengelola HotSpot area tersebut apa SSID yang resmi? Kemudian setting akses wireless pada notebook anda untuk tidak “auto connect” melainkan harus manual agar anda bisa meneliti terlebih dahulu.
Ketika anda melakukan akses dari jaringan WiFi HotSpot sebaiknya hindarkan transaksi pada situs yang kritis seperti e-banking, akses email, akun jejaring sosial dlsb. Browsing hal yang umum saja kecuali anda yakin benar bahwa tidak ada yang berusaha mengintip aktivitas anda dan jaringan tersebut bisa dipercaya.
Meskipun demikian, pastikan bahwa anda selalu akses dengan memilih mode secure connection yaitu menggunakan HTTPS yang biasanya ditandai dengan munculnya icon gembok terkunci pada browser anda. Dengan akses HTTPS ini maka antara anda dengan server layanan yang diakses telah dilindungi dengan enkripsi sehingga tidak mudah diintip oleh orang yang tidak berhak. Pastikan anda sudah masuk ke mode secure sebelum memasukkan username dan password atau PIN.
Rabu, 05 Januari 2011
Selasa, 04 Januari 2011
SAP R/3
SAP R/3 merupakan sekumpulan modul-modul bisnis terintegrasi yang cukup
kompleks dan menjangkau seluruh proses bisnis yang spesifik. SAP R/3 berbasis
client-server, sistem ini menggunakan 3-tiered model yaitu menggunakan 3
tingkatan, client server layer, application server layer dan database server layer.
Hasil proses bisnis dan pemrosesan data dalam modul ini ditampilkan kepada
pemakai aplikasi dengan menggunakan BAPI (Business Aplication Programming
Interface). BAPI ini merupakan sekumpulan objek yang disediakan dalam bentuk
object-oriented view dalam sistem SAP R/3.
Untuk database server layer, SAP R/3 dapat dijalankan dengan
menggunakan beberapa sistem database diantaranya adalah Oracle, Adabas D,
Informix, DB2 (UNIX), Microsoft SQL Server 6.0., DB2/400, dan open source
database MaxDB.
SAP R/3 terstruktur dengan memakai bahasa generasi keempat (4GL)
yaitu ABAP (Advanced Business Application Program) atau biasa disebut
ABAP/4. BAPI juga diimplementasikan dengan menggunakan ABAP/4 ini.
ABAP/4 berinteraksi dengan sistem database dengan menggunakan pernyataanpernyataan
open SQL (Structured Query Language). Pernyataan-pernyataan ini
dapat dipakai untuk melakukan query, meng-update atau menghapus informasi di
dalam database. SAP R/3 juga menyediakan pengembangan peralatan yang sudah
lengkap, hal ini membuat pemakai dapat mengubah kode SAP yang ada untuk
memodifikasi fungsi yang ada, bahkan mengembangkan fungsi-fungsi baru.
Karakteristik SAP R/3 dan SAP R/2:
- SAP R/2 ditujukan untuk batch processing dan sangat baik untuk
perusahaan dengan volume transaksi yang besar
- SAP R/3 memiliki centralized mainframe dan true gui (graphical user
interface) yang berupa windows dan icon.
- Untuk menjalankan batch processing, operasi SAP R/2 harus offline.
- Dengan memakai SAP R/3, komputer dapat dioperasikan 24 jam sehari
dan 7 hari dalam seminggu
Contoh Hardware requirement untuk SAP R/3:
Komponen SAP R/3 release 4.6B SAP R/3 release 4.6C
Processor 2 x 800MHz Pentium III 2 x 800MHz Pentium III
Memory 1GB ECC 2GB ECC
Hard Disk Space 50-60GB (IDES) 50-60GB (IDES)
Implementasi SAP R/3 dengan mtodologi ASAP
Implementasi merupakan bagian tersulit dari SAP R/3. Ada dua hal yang
merupakan sumber dari kompleksitas perbedaan:
- Penyesuaian konfigurasi. Didalam SAP R/3 terdapat ribuan
database yang mungkin digunakan untuk mengontrol bagaimana
aplikasi berlaku.
- Ekstensi, Bolt-Ons. Didalam sebuah perusahaan pasti dibutuhkan
pengembangan interface program yang nantinya akan digunakan
untuk berkomunikasi dengan sistem informasi perusahaan yang
lain. Hal ini termasuk mengembangkan kode ABAP/4 dan
memilih integrasi sistem.
Karena sulitnya implementasi SAP R/3, perusahaan biasanya
menggunakan jasa konsultan atau implementator SAP.
Tidak semua perusahaan mengimplementasikan SAP. Beberapa hal dibawah ini
dapat dijadikan pertimbangan apakah perusahaan perlu mengimplementasikan
SAP:
- Kompleksitas bisnis termasuk derajat integrasi vertikal dan
tingkatan operasi internasional
- Besarnya bisnis dalam hal pendapatan.
- Lingkup kegunaan yang dibutuhkan
- Tingkat kerumitan dan hal-hal khusus yang dibutuhkan dalam
proses bisnis perusahaan di masa depan
- Ketersediaan dana untuk implementasi
Banyak perusahaan hanya mengimplementaiskan 20% dari modul SAP, tetapi ada
juga yang mengimplementasikan cukup banyak modul tergantung dari kebutuhan
perusahaan.
Ada beberapa metodologi dalam mengimplementasikan SAP. Metodologi
adalah pendekatan terstruktur untuk menyelesaikan kerangka kerja yang besar.
Salah satu kegunaan menggunakan metodologi adalah mengurangi resiko dari
pemakaian pendekatan tertentu dan membentuk kerangka kerja untuk seluruh tim
yang akan bekerja. Salah suatu metodologi implementasi SAP adalah ASAP
(Accelerated SAP) yang dapat dipakai untuk mempercepat waktu implementasi.
Pemakaian ASAP ini tidak ditujukan untuk semua perusahaan, namun hanya
perusahaan ‘vanilla’ dengan kriteria sebagai berikut:
- memiliki tingkat spesialisasi rendah
- memakai pelaporan manajemen keuangan tingkat dasar
- memiliki kemauan untuk mengadopsi SAP
- memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan pragmatic
secara cepat
ASAP memiliki 6 tahap, semua tahapan ini memiliki kesamaan dengan
metodologi lainnya. Inti dari kesamaan itu adalah 4 buah tahapan, yaitu: inisiasi
(initiate), berpikir (think), bekerja (work), dan pengawasan (watch).
6 tahap dari metodologi ASAP adalah sebagai berikut:
- Project preparation, persiapan proyek dalam tim
- Business blueprint, garis besar seperti apa bisnis yang akan
terjadi dan seperti apa sistem SAP yang akan dipakai
- Simulation, tahap mendesain dan konfigurasi sistem SAP R/3
- Validation, adalah tahap uji coba
- Final preparation dan go-live, adalah pemakaian interface dan
konversi yang telah dibuat serta penyalaan sistem
- Support, adalah perawatan, mengoperasikan sistem, dan
melakukan upgrade terhadap sistem SAP R/3
SAP dapat diimplementasikan secara penuh dengan metodologi ASAP didalam
perusahaan dalam waktu 6 sampai 9 bulan, dan untuk perusahaan yang lebih besar
dibutuhkan waktu 12 hingga 18 bulan bahkan lebih jika dilakukan implementasi
penuh. Pemakaian metode ASAP ini sangat menghemat waktu dan mempermudah
pemakai untuk memahami bagaimana sistem ini harus dijalankan.
kompleks dan menjangkau seluruh proses bisnis yang spesifik. SAP R/3 berbasis
client-server, sistem ini menggunakan 3-tiered model yaitu menggunakan 3
tingkatan, client server layer, application server layer dan database server layer.
Hasil proses bisnis dan pemrosesan data dalam modul ini ditampilkan kepada
pemakai aplikasi dengan menggunakan BAPI (Business Aplication Programming
Interface). BAPI ini merupakan sekumpulan objek yang disediakan dalam bentuk
object-oriented view dalam sistem SAP R/3.
Untuk database server layer, SAP R/3 dapat dijalankan dengan
menggunakan beberapa sistem database diantaranya adalah Oracle, Adabas D,
Informix, DB2 (UNIX), Microsoft SQL Server 6.0., DB2/400, dan open source
database MaxDB.
SAP R/3 terstruktur dengan memakai bahasa generasi keempat (4GL)
yaitu ABAP (Advanced Business Application Program) atau biasa disebut
ABAP/4. BAPI juga diimplementasikan dengan menggunakan ABAP/4 ini.
ABAP/4 berinteraksi dengan sistem database dengan menggunakan pernyataanpernyataan
open SQL (Structured Query Language). Pernyataan-pernyataan ini
dapat dipakai untuk melakukan query, meng-update atau menghapus informasi di
dalam database. SAP R/3 juga menyediakan pengembangan peralatan yang sudah
lengkap, hal ini membuat pemakai dapat mengubah kode SAP yang ada untuk
memodifikasi fungsi yang ada, bahkan mengembangkan fungsi-fungsi baru.
Karakteristik SAP R/3 dan SAP R/2:
- SAP R/2 ditujukan untuk batch processing dan sangat baik untuk
perusahaan dengan volume transaksi yang besar
- SAP R/3 memiliki centralized mainframe dan true gui (graphical user
interface) yang berupa windows dan icon.
- Untuk menjalankan batch processing, operasi SAP R/2 harus offline.
- Dengan memakai SAP R/3, komputer dapat dioperasikan 24 jam sehari
dan 7 hari dalam seminggu
Contoh Hardware requirement untuk SAP R/3:
Komponen SAP R/3 release 4.6B SAP R/3 release 4.6C
Processor 2 x 800MHz Pentium III 2 x 800MHz Pentium III
Memory 1GB ECC 2GB ECC
Hard Disk Space 50-60GB (IDES) 50-60GB (IDES)
Implementasi SAP R/3 dengan mtodologi ASAP
Implementasi merupakan bagian tersulit dari SAP R/3. Ada dua hal yang
merupakan sumber dari kompleksitas perbedaan:
- Penyesuaian konfigurasi. Didalam SAP R/3 terdapat ribuan
database yang mungkin digunakan untuk mengontrol bagaimana
aplikasi berlaku.
- Ekstensi, Bolt-Ons. Didalam sebuah perusahaan pasti dibutuhkan
pengembangan interface program yang nantinya akan digunakan
untuk berkomunikasi dengan sistem informasi perusahaan yang
lain. Hal ini termasuk mengembangkan kode ABAP/4 dan
memilih integrasi sistem.
Karena sulitnya implementasi SAP R/3, perusahaan biasanya
menggunakan jasa konsultan atau implementator SAP.
Tidak semua perusahaan mengimplementasikan SAP. Beberapa hal dibawah ini
dapat dijadikan pertimbangan apakah perusahaan perlu mengimplementasikan
SAP:
- Kompleksitas bisnis termasuk derajat integrasi vertikal dan
tingkatan operasi internasional
- Besarnya bisnis dalam hal pendapatan.
- Lingkup kegunaan yang dibutuhkan
- Tingkat kerumitan dan hal-hal khusus yang dibutuhkan dalam
proses bisnis perusahaan di masa depan
- Ketersediaan dana untuk implementasi
Banyak perusahaan hanya mengimplementaiskan 20% dari modul SAP, tetapi ada
juga yang mengimplementasikan cukup banyak modul tergantung dari kebutuhan
perusahaan.
Ada beberapa metodologi dalam mengimplementasikan SAP. Metodologi
adalah pendekatan terstruktur untuk menyelesaikan kerangka kerja yang besar.
Salah satu kegunaan menggunakan metodologi adalah mengurangi resiko dari
pemakaian pendekatan tertentu dan membentuk kerangka kerja untuk seluruh tim
yang akan bekerja. Salah suatu metodologi implementasi SAP adalah ASAP
(Accelerated SAP) yang dapat dipakai untuk mempercepat waktu implementasi.
Pemakaian ASAP ini tidak ditujukan untuk semua perusahaan, namun hanya
perusahaan ‘vanilla’ dengan kriteria sebagai berikut:
- memiliki tingkat spesialisasi rendah
- memakai pelaporan manajemen keuangan tingkat dasar
- memiliki kemauan untuk mengadopsi SAP
- memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan pragmatic
secara cepat
ASAP memiliki 6 tahap, semua tahapan ini memiliki kesamaan dengan
metodologi lainnya. Inti dari kesamaan itu adalah 4 buah tahapan, yaitu: inisiasi
(initiate), berpikir (think), bekerja (work), dan pengawasan (watch).
6 tahap dari metodologi ASAP adalah sebagai berikut:
- Project preparation, persiapan proyek dalam tim
- Business blueprint, garis besar seperti apa bisnis yang akan
terjadi dan seperti apa sistem SAP yang akan dipakai
- Simulation, tahap mendesain dan konfigurasi sistem SAP R/3
- Validation, adalah tahap uji coba
- Final preparation dan go-live, adalah pemakaian interface dan
konversi yang telah dibuat serta penyalaan sistem
- Support, adalah perawatan, mengoperasikan sistem, dan
melakukan upgrade terhadap sistem SAP R/3
SAP dapat diimplementasikan secara penuh dengan metodologi ASAP didalam
perusahaan dalam waktu 6 sampai 9 bulan, dan untuk perusahaan yang lebih besar
dibutuhkan waktu 12 hingga 18 bulan bahkan lebih jika dilakukan implementasi
penuh. Pemakaian metode ASAP ini sangat menghemat waktu dan mempermudah
pemakai untuk memahami bagaimana sistem ini harus dijalankan.
Anti Virus LOKAL + LUAR
Penggunaan anti virus sangatlah penting, terlebih kebanyakan dari pengguna teknologi computer menggunakan windows sebagai system operasinya. Penggunaan anti virus sangat diperlukan karena banyak sekali orang-orang yang tidak bertanggung jawab pembuat virus pada system operasi windows dengan berbagai macam efek yang ditimbulkan pada komputer. Para pembuat virus lebih dominan membuat virus untuk system operasi windows dikarenakan mayoritas pengguna computer menggunakannya.
Kini para pengguna system operasi windows harus siap menghadadapi berbagai macam virus yang akan menyerang computer anda setiap saat baik itu lewat flasdisk, harddisk dan sebagainya ter lebih sekarang pengguaan internet . kadang kita tertipu dengan file-file yang telah kita download, sewaktu kita klik filenya dan ternyata itu virus maka otomatis virus telah menyebar ke dalam computer kita.
Virus yang menyebar bukan saja virus-virus local tetapi virus-virus luar juga banyak menyebar, kususnya lewat internet. Terkadang kita bingung bamana cara pencegahannya, jika kita pakai anti virus luar malahan kita menggunakan yang berlicensi tetapi terkadang virus local tidak terdeteksi lalu sebaliknya jika kita menggunakan anti virus lokan maka virus local tidak terdeteksi.
Sekarang bagaimana cara mengatasi virus-virus tersebut???? Saya punya pengalaman seperti itu dan sekarang saya menggunakan dua anti virus yaitu lokal dan luar tetapi terkadang masih ada virus-virus yang tidak terdeteksi karna namanya penjahat itu pasti selalu mencari cara untuk merusak, jadi intinya kita juga harus lebih pintar dari penjahat dengan cara misalnya menggunakan anti virus yang berlicensi dan selalu mengupdate data base virus-virus.
Senin, 15 November 2010
TUGAS SPK
Seorang pemborong akan membuat dua macam tiang yang terbuat dari bahan beton. Tiang I memerlukan campuran 2 sak semen dan 3 karung pasir, sedangkan tiang II memerlukan campuran 1.5 sak semen dan 2 karung pasir. Pemborong tersebut memiliki persediaan 15 sak semen dan 21.5 karung pasir. Formulasikan dan selesaikan masalah ini !
jawab : download this page !! http://www.expresspdf.com/GetPdf.aspx?id=c5b30-04c1a
jawab : download this page !! http://www.expresspdf.com/GetPdf.aspx?id=c5b30-04c1a
Selasa, 05 Oktober 2010
CYBER CRIME
Kejahatan Cyber ( Cybercrime) adalah sebuah kejahatan yang dilakukan dengan menggunakan computer dan bertekhnologi internet sebagai sarana/ alat sebagai objek atau subjek dan dilakukan dengan sengaja. Cybercrime with violence adalah sebuah perbuatan melawan hukum dengan menggunakan computer berbasis jaringan dan tekhnologi internet yang menjadikan jaringan tersebut menjadi subjek/objek dari kegiatan terorisme, kejahatan cyber pornografi anak, kejahatan cyber dengan ancaman ataupun kejahatan cyber penguntitan.
Secara harfiah, kejahatan cyber yang menjadikan korban dengan menggunakan kekerasan secara langsung memang tidak bisa dilihat hubungan timbal baliknya, namun ada implikasi dari kejahatan-kejahatan tersebut, yang berupa ancaman terhadap rasa aman dan keselamatan korban kejahatan.
Dr. Dorothy Dennings, (Bernadette Hlubik Schell, Clemens Martin, Cybercrime: A Reference Handbook, ABC-CLIO,2004) salah satu pakar cybercrime di Universitas Goergetown Amerika mengatakan bahwa “jaringan internet telah menjadi lahan yang subur untuk melakukan serangan – serangan terhadap pemerintah, perusahaan-perusahaan dan individu-individu. Para pelaku kejahatan ini melakukan pembobolan data, penyadapan dan penguntitan individu/personal yang mengakibatkan terancamnya keselamatan individu, merusak jaringan website yang mengakibatkan hancurnya data base yang sudah dibangun, ada dua faktor yang sangat penting untuk menentukan apakah korban dari cyber terorisme ini dapat menjadi ancaman yang mengakibatkan terlukai atau terbunuhnya banyak orang. Faktor yang pertama apakah ada target yang dapat dibuktikan bahwa kejahatan ini dapat menuntun dilakukannya kekerasan dan penganiayaan. Faktor yang kedua adalah apakah ada actor yang mempunyai kapabilitas ( kemampuan) dan motivasi untuk dilakukannya cyber terorisme”.
Dari keterangan diatas, maka dapat dibedakan antara hacker yang memiliki alat, pengetahuan dan alat dengan tindakan cyber terorisme. Mereka para Hacker pada umunya tidak memiliki motivasi kapabilitas untuk melakukan kekerasan yang mengakibatkan tingkat kerusakan yang tinggi di jaringan internet. Untuk kejahatan terorisme dengan motivasi keagamaan, kekerasan terinspirasi sebagai tindakan yang baik, ekstrimis keagaamaan menjadi tertarik terhadap target yang lebih luas dan tidak membeda-bedakan target kekerasan akibat dari perspektif yang terbentuk dengan bantuan alat / tekhnologi internet. Mereka menjadikan isu dengan tendensi agar seluruh penganut keagamaan yang tidak sealiran dengan mereka menjadi target. Isu-isu sosial itulah yang disebarluaskan melalui jaringan cyber sehingga menjadikan target kekerasan yang dapat mematikan kepada semua orang diluar sana. Banyak orang sekarang menjadi terancam keselamatan fisiknya baik dilakukan melalui pesan maupun kampanye kebencian yang menyesatkan karena cyberterorisme.
Pemerintah USA telah mendefinisikan Cyberterorisme sebagai perbuatan terorisme yang dilakukan, direncanakan dan dikoordinasikan dalam jaringan cyberspace, yang melalui jaringan computer. Faktor-faktor yang menjadikan menjadi pertimbangan untuk mencegah Cyber crime sebagai prioritas utama adalah (Debra Littlejohn Shinder, Ed Tittel, Scene of the Cybercrime: Computer Forensics Handbook, Syngress, 2002):
Perluasan target kekerasan : Cybercrime yang melibatkan kekerasan atau potensi kekerasan melawan orang ( khususnya terhadap anak-anak) adalah normal sebagai prioritas utama, kejahatan terhadap property yang mengakibatkan kerugian yang bernilai besar juga menjadi focus perhatian yang lebih besar untuk ditanggulangi dari pada dengan nilai kerugian yang kecil.
Frekwensi Kejadian : Cybercrime yang terjadi lebih sering menjadi focus perhatian utama dari pada yang jarang terjadi.
Kemampuan Personel : penyidikan cybercrime yang dapat dilakukan oleh satu penyidik lebih membantu satuannya karena tidak banyak penyidik yang dimiliki untuk melakukan penyidikan cybercrime.
Pelatihan Personel : membeda-bedakan kasus cybercrime dan bukan kadangkala tergantung penyidik yang sudah dilatih atau belom.
Jurisdiksi : Kesatuan secara umum lebih menitik beratkan kepada kasus yang menimpa masyarakat local. Walaupun mempunyai kewenangan secara hukum, banyak kesatuan tidak mengeluarkan dana dan sumber dayanya untuk menangani kejahatan cyber melewati batas jurisdiksinya.
Tingkat Kesulitan Penyidikan: Tingkat kesulitan pengungkapannya dan tingkat kesuskesan dari hasil penyidikan dapat menjadikan kasus cybercrime mana yang menjadi prioritas.
Faktor Politik : Pengungkapan seringkali dipengaruhi pengaruh suasana politis yang menjadikan kasus cyber sebagai prioritas utama.
sumber ( Jinbun )
Minggu, 23 Mei 2010
jual bibit ikan patin dan Gurame
Rabu, 19 Mei 2010
Daftar Pustaka
Buatlah daftar pustaka, Jika ada data sebagai berikut :
1. Tahun Penerbitan : 1988
Judul Buku : Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia
Penulis : Sabarti Akhadiah
Kota diterbitkan : Jakarta
Penerbit : PT. Gelora Aksara Permata
Jawab : Akhadiah, Sbarti. 1988. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia.
Jakarta : PT. Gelora Aksara Permata.
2. Tahun Penerbitan : 1999
Judul Buku : Surat Menyurat Resmi Bahasa Indonesia
Penulis : Silehan dan Soedjito
Kota diterbitkan : Bandung
Penerbit : PT. Remaja Rosdakarya
Jawab : Silehan dan Soedjito. 1999. Surat Menyurat Resmi Bahasa Indonesia. Bandung :
PT. Remaja Rosdakarya.
3. Tahun Penerbitan : 2001
Judul Buku : Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah, Makalah - Skripsi - Tesis- Disertasi.
Penulis : S. Sudjana
Kota diterbitkan : Bandung
Penerbit : Sinar Baru Algesindo
Jawab : Sudjana, S. 2001. Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah, Makalah - Skripsi - Tesis- Disertasi. Bandung : Sinar Baru Algesindo
4. Tahun Penerbitan : 1999
Judul Artikel : Bill Gates Tak Lagi Nomor Satu
Judul Majalah : Gatra
Penulis : Hatim Ilwan
Kota diterbitkan : Jakarta
Penerbit : Media Group
5. Tahun Penerbitan : 1989
Judul Buku : Pembinaan Kemampuan Penulisan Bahasa Indonesia.
Penulis : Sabarti Akhadiah, Arsjad, Maidar O, dan Ridwan . Sakura H
Kota diterbitkan : Jakarta
Penerbit : Erlangga
Jawab : Akhadiah Sabarti, Arsjad, O Maidar , dan Sakura H . Ridwan . 1989. mbinaan Kemampuan Penulisan Bahasa Indonesia. Jakarta : Erlangga.
1. Tahun Penerbitan : 1984
Judul Buku : Bimbingan Menulis Skripsi, thesis
Penulis : Sutrisno Hadi
Kota diterbitkan : Yogyakarta
Penerbit : Psikologi GAMA
2. Tahun Penerbitan : 1991
Judul Buku : Prosidang Teknik Penulisan Buku Ilmiah
Penulis : Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Kota diterbitkan : Jakarta
Penerbit : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
3. Tahun Penerbitan : 1983
Judul Buku : Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Jilid 1
Penulis : Sultan Takdir Alisjahbana
Kota diterbitkan : Jakarta
Penerbit : Dian Rakyat
4. Tahun Penerbitan : 1995
Judul Buku : The Little Brown Compact Handbook
Penulis : Jane E. Aaron
Kota diterbitkan : New York
Penerbit : Harper Collins College Publishers
5. Tahun Penerbitan : 1974
Judul Buku : The Psychology of language : An Introduction to Psycolinguistic and Generative Grammer.
Penulis : Anonim
Kota diterbitkan : New York
Penerbit : Mc. Grow Hill Book Company
6. Tahun Penerbitan : 2007
Judul Buku : Ayo Belajar Berbahasa Indonesia
Penulis : Muhammad Darisman S.pd. dkk
Kota diterbitkan : Bogor
Penerbit : Yudhistira
7. Tahun Penerbitan : 1989
Judul Buku : Writing The Research Paper : A Handbook Edisi ke 3
Penulis : Anthony C Winkler dan Jo Ray Mc Cuen
Kota diterbitkan : New York
Penerbit : Harcout Brace Jovanovich
8. Tahun Penerbitan : 1996
Judul Buku : Kiat Menulis Artikel IPTEK Populer di Media Cetak
Penulis : Markus G Lyakto
Kota diterbitkan : Jakarta
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
9. Tahun Penerbitan : 1991
Judul Buku : Widya Wiyata Petama Anak-Anak : Bintang Sahabat Kita
Penulis : Sabne Rocketr dan Mc Clure Steve
Kota diterbitkan : Jakarta
Penerbit : Tira Pustaka
10. Tahun Penerbitan : 1991
Judul Buku : Bahasa Indonesia Untuk Mahasiswa
Penulis : Tim FS Undip
Kota diterbitkan : Semarang
Penerbit : Universitas Diponegoro
1. Tahun Penerbitan : 1988
Judul Buku : Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia
Penulis : Sabarti Akhadiah
Kota diterbitkan : Jakarta
Penerbit : PT. Gelora Aksara Permata
Jawab : Akhadiah, Sbarti. 1988. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia.
Jakarta : PT. Gelora Aksara Permata.
2. Tahun Penerbitan : 1999
Judul Buku : Surat Menyurat Resmi Bahasa Indonesia
Penulis : Silehan dan Soedjito
Kota diterbitkan : Bandung
Penerbit : PT. Remaja Rosdakarya
Jawab : Silehan dan Soedjito. 1999. Surat Menyurat Resmi Bahasa Indonesia. Bandung :
PT. Remaja Rosdakarya.
3. Tahun Penerbitan : 2001
Judul Buku : Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah, Makalah - Skripsi - Tesis- Disertasi.
Penulis : S. Sudjana
Kota diterbitkan : Bandung
Penerbit : Sinar Baru Algesindo
Jawab : Sudjana, S. 2001. Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah, Makalah - Skripsi - Tesis- Disertasi. Bandung : Sinar Baru Algesindo
4. Tahun Penerbitan : 1999
Judul Artikel : Bill Gates Tak Lagi Nomor Satu
Judul Majalah : Gatra
Penulis : Hatim Ilwan
Kota diterbitkan : Jakarta
Penerbit : Media Group
5. Tahun Penerbitan : 1989
Judul Buku : Pembinaan Kemampuan Penulisan Bahasa Indonesia.
Penulis : Sabarti Akhadiah, Arsjad, Maidar O, dan Ridwan . Sakura H
Kota diterbitkan : Jakarta
Penerbit : Erlangga
Jawab : Akhadiah Sabarti, Arsjad, O Maidar , dan Sakura H . Ridwan . 1989. mbinaan Kemampuan Penulisan Bahasa Indonesia. Jakarta : Erlangga.
1. Tahun Penerbitan : 1984
Judul Buku : Bimbingan Menulis Skripsi, thesis
Penulis : Sutrisno Hadi
Kota diterbitkan : Yogyakarta
Penerbit : Psikologi GAMA
2. Tahun Penerbitan : 1991
Judul Buku : Prosidang Teknik Penulisan Buku Ilmiah
Penulis : Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Kota diterbitkan : Jakarta
Penerbit : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
3. Tahun Penerbitan : 1983
Judul Buku : Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Jilid 1
Penulis : Sultan Takdir Alisjahbana
Kota diterbitkan : Jakarta
Penerbit : Dian Rakyat
4. Tahun Penerbitan : 1995
Judul Buku : The Little Brown Compact Handbook
Penulis : Jane E. Aaron
Kota diterbitkan : New York
Penerbit : Harper Collins College Publishers
5. Tahun Penerbitan : 1974
Judul Buku : The Psychology of language : An Introduction to Psycolinguistic and Generative Grammer.
Penulis : Anonim
Kota diterbitkan : New York
Penerbit : Mc. Grow Hill Book Company
6. Tahun Penerbitan : 2007
Judul Buku : Ayo Belajar Berbahasa Indonesia
Penulis : Muhammad Darisman S.pd. dkk
Kota diterbitkan : Bogor
Penerbit : Yudhistira
7. Tahun Penerbitan : 1989
Judul Buku : Writing The Research Paper : A Handbook Edisi ke 3
Penulis : Anthony C Winkler dan Jo Ray Mc Cuen
Kota diterbitkan : New York
Penerbit : Harcout Brace Jovanovich
8. Tahun Penerbitan : 1996
Judul Buku : Kiat Menulis Artikel IPTEK Populer di Media Cetak
Penulis : Markus G Lyakto
Kota diterbitkan : Jakarta
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
9. Tahun Penerbitan : 1991
Judul Buku : Widya Wiyata Petama Anak-Anak : Bintang Sahabat Kita
Penulis : Sabne Rocketr dan Mc Clure Steve
Kota diterbitkan : Jakarta
Penerbit : Tira Pustaka
10. Tahun Penerbitan : 1991
Judul Buku : Bahasa Indonesia Untuk Mahasiswa
Penulis : Tim FS Undip
Kota diterbitkan : Semarang
Penerbit : Universitas Diponegoro
Langganan:
Postingan (Atom)



